7 Startup Digital Yang Mengerjakan Urusan Mobile Advertising

Geliat startup digital di Indonesia terus bertumbuh. Jika awalnya orang melihat startup digital hanya sebatas marketplace atau media sosial, kini startup digital telah merambah ke berbagai sisi kehidupan manusia.

Reblood misalnya, startup besutan Leonika Sari ini berhasil menjadi juara dunia startup Google Bussiness Group. Startup ini merupakan platform reminder bagi para pegiat donor darah dan calon pendonor darah. Memang, nyaris tidak ada terlintas monetizing di startup tersebut, tetapi para pegiat startup kini sudah berfikir jauh dimana membuat startup bukan lagi profit oriented tetapi lebih kepada unsur kemanfaatan.

Saat ini semakin banyak founder startup yang melihat peluang baik yang berasal dari permasalahan di sekitarnya atau memang melihat peluang bisnis di dalamnya.

Berikut ini tujuh startup yang berbeda. Yakni startup yang sekaligus mirip seperti biro iklan. Bedanya, iklan yang dipasang adalah iklan yang dipasang di mobil. Bukan berupa baliho, tetapi mobil tersebut dibranding layaknya mobil milik perusahaan.

Berikut ini selengkapnya.

car_coin car_phone

  1. Ubiklan

Ubiklan merupakan platform penyedia mobile billboard yang saat ini diklaim memiliki lebih dari 250 armada. Anggaran pasang iklan di Ubiklan mulai dari Rp 1 juta permobil.

Anda bisa memasang iklan di Ubiklan dan mengarahkan mobil-mobil branded tersebut ke lokasi di mana terdapat banyak target market Anda.

Bagi Anda sebagai publisher (pemilik mobil) Anda bisa bergabung dan mendapatkan uang. Untuk stiker brand pada kaca bagian belakang, bisa dapat uang Rp. 1.500.000, sementara untuk bagian samping Rp. 500.000 dan bagian kap mesin depan Rp. 350.000.

Brand seperti Achilles, Cermati, Deliveree, Tokopedia, Carmudi dan Polytron juga sudah memasang iklan di Ubiklan.

Nah, untuk lebih jelasnya, klik saja www.ubiklan.com

  1. Sti-Car

Sti-Car dari kata Sticker and Car. Sti-Car bakal ngecharge biaya iklan berdasarkan jarak tempuh mobil per-kilometer. Sama seperti Ubiklan, mereka juga punya fitur untuk memeriksa jumlah impression yang didapat pengiklan.

Seperti yang tercantum di www.sti-car.com, brand yang kamu kelola bisa mendapat 1,2 juta impression dengan beriklan bersama startup ini. Namun pastinya harus sign up dulu untuk tahu harga beriklan di Sti-Car.

promogo

  1.  Promogo

Promogo menerapkan biaya per kilometer dan bentuk stiker, sama seperti Sti-Car. Promogo  juga menawarkan fleksibilitas dalam setiap pergantian materi promosi pihak pengiklan.

Ada 3 jenis iklan yang bisa dipasang lewat Promogo. Iklan di sisi mobil, kaca belakang, atau di layar yang terpasang di dalam mobil.

Sama seperti kompetitornya, Promogo memiliki fitur melacak jumlah impression. Kunjungi saja websitenya di www.promogo.com untuk cari tahu lebih lanjut.

  1. Klana

Platform mobile advertising ini juga nggak jauh berbeda dengan kompetitornya. Di websitenya,  berani menjamin dengan beriklan bersamanya, kamu bisa dapat keuntungan 10 kali lebih besar ketimbang pasang billboard. Kunjungi saja websitenya di www.klana.in.

logo_karta

  1. Karta

Yang membedakan Karta sama Ubiklan, Sti-Car dan Promogo ada di kendaraannya. Karta memilih untuk menggunakan kendaraan roda dua.

Harga yang ditawarkan pun berdasarkan berapa kilometer yang ditempuh driver. Kalau memang kamu tertarik, cek saja websitenya di www.karta.id. dan lakukan registrasi.

Selain menguntungkan pengiklan dengan biaya iklan yang terjangkau, 5 startup ini juga merekrut driver. Apabila ada rekan-rekan kamu yang pengin jadi driver tinggal sign up aja via website.

  1. StickEarn-Screenshot Stickearn

Dari kata Sticker dan Earn. Stickearn juga merupakan salah satu startup mobile branding yang menyediakan layanan iklan berjalan. Info lengkap tentang Stickearn bisa Anda peroleh di webnya www.stickearn.com

  1. adsiconic Adsiconic

Startup yang satu ini sedang mengikuti inkubasi di program 1000 Startup Digital. Adsiconic berasal kota Yogyakarta. Menjadi salah satu startup yang mengikuti Demo Day bersama 11 startup lainnya dari Jogjakarta, Jakarta dan Surabaya.

Sebuah platform interactive on vehicle advertising memanfaatkan teknologi tracking dan QR Code untuk menciptakan kampanye iklan yang lebih efektif.” demikian dikutip dari Fan Page Adsiconic.

Nah, sepertinya bakal banyak lagi bermunculan startup-startup seperti itu. Atau boleh jadi mereka para pemilik usaha advertising akan mengadopsi teknologi yang digunakan oleh para startup mobile branding tersebut.

Tapi setidaknya, para pegiat startup telah berhasil melakukan terobosan agar persoalan-persoalan di Indonesia ini segera terselesaikan. Karena bagi founder startup, persoalan adalah peluang.